Warga Binaan Rutan Dumai Kendalikan Penyelundupan Orang Dibalik Jeruji Besi

Warga Binaan Rutan Dumai Kendalikan Penyelundupan Orang Dibalik Jeruji Besi

BAHARINEWS.COM, DUMAI – Polres Dumai Berhasil mengungkap sindikat penyelundupan manusia yang ternyata dikendalikan oleh seorang warga binaan Rutan Kelas II Dumai berinisial TSS alias S.

Berawal dari hasil pengembangan penangkapan 23 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Malaysia yang masuk Dumai secara ilegal. Delapan orang sindikat penyelundupan berhasil diamankan, pada Sabtu (9/5/2020) silam.

Selama pandemi Covid-19, jaringan sindikat ini sudah 3 kali melakukan penyeludupan PMI asal Malaysia menuju Kota Dumai untuk dikembalikan ke kampung halaman mereka masing-masing.

“Ada delapan tersangka kita amankan yakni J, Y, PR, Ze, K, S, SS, dan TSS kita amankan secara terpisah dikediamannya masing-masing hasil perkembangan penyelidikan kita dari keterangan saksi-saksi,” ujar Kapolres Dumai AKBP Yudhi Ananta Yudistira, Jum’at (19/06/2020) dalam press realase.

Diterangkan Kapolres ketujuh tersangka memiliki peran yang berbeda dimana tersangka Y, Pr dan Ze berperan sebagai penyedia kendaraan dan sopir yang menjemput para PMI di Dumai untuk membawa para PMI ke tempat tujuan mereka.

Dari hasil pengembangan ketiga tersangka polisi kembali mengamakan empat tersangka lainnya secara terpisah yakni tersangka S yang berperan untuk merekrut PMI yang akan pulang dari Malaysia ke Indonesia via Dumai.

Selain merekrut para PMI, tersangka S yang dinamakana di Kota Medan, juga berperan mencari kapal, anak buah kapal beserta tekong untuk menjemput PMI di Malaysia berdasarkan perintah tersangka K alias U.

Dari tersangka K dan S polisi akhirnya berhasil mengamakan tersangka TSS otak pelaku penyeludupan manusia ini. Dimana tersangka SS diamankan di Rutan kelas II Dumai.

Selain mengamankan pelaku ketujuh tersangka, polisi juga mengamakan barang bukti berupa speed boat, 4 unit mobil, pasport dan rekening tabungan.

“Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan menyebutkan kalau penyeludupan ini diotaki oleh tersangka TSS yang merupakan narapida dengan kasus yang sama dan masih menjalani hukuman penjara dari perkara sebelumnya dengan masa hukuman 5 tahun 1 bulan kurungan penjara,” terang Kapolres.

Mantan Kapolres Kampar ini mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Rutan Dumai terkait keberadaan alat komunikasi yang digunakan oleh tersangka untuk mengendalikan penyeludupan manusia ini.

“Untuk para tersangka akan kita jerat dengan pasal 2 junto pasal 10 tentang tindak pidana penyeludupan orang dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan pasal 120 undang undang Imigrasi nomor 06 tahun 2011 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kapolres.(Vie)

Baca Juga