Terbukti Bersalah, Menyalahgunakan Niaga BBM Bersubsidi dilansir untuk dijual kembali, Dua warga Bengkalis divonis 8 Bulan Kurungan.

Terbukti Bersalah, Menyalahgunakan Niaga BBM Bersubsidi dilansir untuk dijual kembali, Dua warga Bengkalis divonis 8 Bulan Kurungan.

BENGKALIS, ( BAHARINEWS.COM ). Dua orang Terdakwa tindak pidana menyalahgunakan niaga bahan bakar minyak ( BBM ) yang di subsidi oleh pemerintah divonis hukuman selama 8 Bulan Penjara Oleh pengadilan Negeri ( PN ) Bengkalis. Dua orang Terdakwa tersebut Waryono alias Tono dan terdakwa Yudi Riyanto.

Kedua Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan niaga bahan bakar minyak ( BBM ) jenis bio solar sekitar 291 Liter

Putusan itu dibacakan Majelis Hakim PN Bengkalis, Kamis (12/1/23) kemarin.

Selain hukuman kurungan, mereka juga wajib membayar denda sebesar Rp500 juta atau subsidair kurungan 1 bulan.

“Mereka berdua telah terbukti bersalah dikarenakan menjual BBM subsidi oleh karena itu mereka dikenakn pidana masing-masing selama 8 Bulan dikurangi penahanan,” Jelas Humas PN Bengkalis Ulwan Maluf, S.H dilansir dari riauterkini.com, Jumat (13/1/23).

Amar putusan hakim tersebut, lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (PU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis sebelumnya. Agar kedua terdakwa diadili dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun.

Selain menetapkan agar para terdakwa tetap berada dalam tahanan, barang bukti berupa selang, corong minyak, 1 unit mobil fuso warna cokelat tangki bahan bakarnya telah dimodifikasi dengan berisikan BBM jenis bio solar sekitar 258 liter, 1 buah jerigen yang berisikan BBM jenis bio solar dengan volume 33 liter dirampas untuk negara.

Sebelumnya keduanya didakwa bersalah karena pada Rabu (24/1/22) silam terdakwa Yudi disuruh oleh terdakwa Tono untuk membeli BBM jenis bio solar dan menyerahkan uang sebesar Rp1,5 juta menggunakan 1 unit mobil fuso dan jerigen dengan tujuan untuk dijual kembali.

BBM dibeli di SPBU Hang Tuah Duri dengan pengisian minyak sekitar 100 liter kemudian, 25 Agustus melakukan pengisian minyak di SPBU KM.11 Duri dan SPBU KM.17 Duri dengan total pengisian sebanyak sekitar 200 liter. Selanjutnya kedua terdakwa menyalin BBM itu dari tangki fuso ke jerigen lalu dijual kembali.

Memperoleh untung dari selisih harga penjualan minyak yang pembagiannya untuk terdakwa Yudi sebesar Rp10 ribu perjerigen sedangkan terdakwa Tono mendapat keuntungan yang bervarisasi.

Bahwa terdakwa Tono telah berhasil menjual BBM subsidi jenis bio solar kepada pembeli dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp640 ribu.

Akibat perbuatannya itu, para terdakwa dijerat dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar.Perbuatan para Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 UU RI Nomor 22/ 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana yang telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 UU RI Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.***

Baca Juga