Polres Dumai Menggelar kegiatan Focus Group Discussion Guna Menekan Penyebaran HIV Aids Di Kota Dumai

Polres Dumai Menggelar kegiatan Focus Group Discussion Guna Menekan Penyebaran HIV Aids Di Kota Dumai

BAHARINEWS.DUMAI– Polres Dumai melalui Satuan Binmas mengundang Seratusan Lady Companion (Lc), ‎Karaoke, Tempat hiburan dan trapis se Dumai, ke gedung citra waspada Polres Polres Dumai, pada Selasa (8/10/2019).

Saratusan Lc Karaoke, Tempat hiburan dan trapis se Dumai, ini di undang dan dikumpulkan untuk kegiatan Focus group discussion (FGD) untuk menekan penyebaran penyakit HIV Aids Di Kota Dumai.

Terlihat seratusan Lc Karaoke, tempat hiburan malam Dan trapis se Dumai‎ ini, serius untuk mendengarkan arahan dari Dokter umum Rumah sakit Bhayangkara, Affandi Zulkarnain, dan Aipda Arifin, kanit kamsa Polres dumai.

Setelah memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada seratusan Lc, dan Trapis, Dokter umum Rumah sakit Bhayangkara, Affandi Zulkarnain, menungkapkan, melalui Satbinmas polres Dumai‎ bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menekan penyebaran penyakit HIV Aids Di Kota Dumai.

Ia menambahak, penyebaran penyakit HIV Aids Di Kota Dumai yang paling rentan adalah para pekerja di hiburan malam, atau LC, dan trapis. Pasalnya mereka lah yang langsung berhubungan dengan para lelaki.

Pada FGD tersebut, Pihaknya menyarankan kepada Lc, tapis dan lainya se Dumai, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, agar mengetahui, apakah terkena HIV atau tidak.

Dirinya berharap, kepada seluruh peserta FGD untuk berhati-hati terhadap penyebaran penyakit HIV, pasalnya para pekerja hiburan malam ini, sangat beresiko untuk terkana penyakit berbahaya ini.

“Selalu gunakan alat kontrasepsi jika memang akan melakukan hubungan badan dengan para lelaki yang bukan suami, karena penyebaran penyakit ini, sangat rentan menular dengan cara berhubungan badan,” terangnya.

Affandi meminta kepada para peserta untuk memeriksakan diri, jangan takut untuk memeriksakan, karena penyakit ini sangat berbahaya.

“Jangan menunggu lama untuk memeriksakan diri, lebih baik terdeteksi lebih dini, untuk dilakukan penindakan,” harapnya.

Sementara, Lc karoke ‎di Dumai yang tak mau menyebutkan namanya, mengaku, sangat terbantu dengan adanya fGD ini, karena banyak ilmu yang didapat.

“Memang kami ini sangat rentan beresiko tertular penyakit HIV Aids, dan kami juga banyak mendapatkan langkah-langkah dalam mencegah penyebaran penyakit ini, semoga saja kami dijauhkan dari penyakit ini,” pungkasnya.(Bhn/Trn)

Baca Juga