Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu di Perairan Rupat

Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu di Perairan Rupat

BAHARINEWS.COM, DUMAI – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis Sabu di peraira Titi Akar, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat (18/9/20) kemarin.

Sabu seberat 10,75 Kg tersebut diamankan bersama dua orang tersangka. Berinisial Z (37) dan S (31), warga Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.

Komandana Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Dumai Himawan menjelaskan kronologi penangkapan barang haram tersebut, bahwa penangkapan berawal ketika intel Lanal Dumai mendapatkan informasi jika akan ada penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah perbatasan pada, Jumat (18/9/20) kemarin.

Mendapatkan informasi tersebut, tim reaksi cepat Lanal Dumai melakukan penyelidikan ke perairan Rupat yang berdekatan dengan Selat Malaka.

Tim lalu melaksanakan patroli di TKP hingga Jumat siang, namun belum ditemukan adanya kapal yang di curigai. Baru pada pukul 17.21 WIB, tim melihat dan mencurigai Pompong yang melintas di sekitar perairan Pulau Rupat bergerak ke arah Selatan menuju Dumai, lalu Tim mengejar Pompong tersebut, setelah mendekati pompong Tim melihat ABK Pompong membuang bungkusan hitam besar di sebelah Pompong.

Lalu tim mengamankan bungkusan tersebut beserta kapal Pompong yang di gunakan. Melihat petugas datang, satu orang ABK kapal Pompong berusaha kabur dengan cara melompat kelaut namun setelah Tim memberikan tembakan peringatan, ABK tersebut menyerahkan diri.

Setelah dilakukan pengecekan ditemukan 10 paket yang diduga Sabu. Dikemas dalam 10 bungkus teh kemasan merk China.

Selanjutnya, tim membawa tersangka bersama barang bukti dibawa menuju Mako Lanal. Lalu melakukan pengujian barang bukti Sabu ke Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Medan dan diperoleh hasil bahwa barang bukti tangkapan Lanal Dumai dipastikan Narkoba, mengandung zat jenis Methamphetamin kandungan NPP Positif (Sabu) berbentuk kristal bening seberat 10,75 Kg yang

Danlanal Dumai mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilaksanakan, kedua pelaku mengaku bahwa narkoba jenis sabu tersebut diperoleh dari sdr. KC Warga Negara Malaysia dan dijanjikan upah sebesar Rp. 50 Juta Rupiah untuk mengantar narkoba tersebut ke Dumai.

“Modus operandinya, dengan menggunakan Kapal Pompong nelayan pelaku menjemput paket Narkoba di tengah laut kemudian pelaku lainnya dengan menggunakan Speed Boat datang menghampiri dan menyerahkan Paket Narkoba tersebut kepada SN dan ZN Selanjutnya pelaku membawa narkoba jenis Sabu tersebut menuju perairan Dumai,” jelas Kolonel Himawan.

Diakuinya, jalur perbatasan  terutama perairan Rupat memang  rawan penyeludupan narkoba. “Penyeludupan ini sudah terjadi beberapa kali kasus serupa, pada 2020 ini sudah ada beberapa kali seperti bulan Juni dengan tim Gabungan, kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 32 Kilogram,” terangnya.

Ia mengatakan pihaknya masih melakukan upaya pengembangan dan kedepannya akan ada operasi selanjutnya untuk memberantas kegiatan yang serupa.  “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga perairan Riau, bukan hanya penyeludupan narkoba, namun juga pelanggaran hukum lainnya,” katanya.

Saat ini Pandemi Covid-19 merupakan ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia, namun tidak mengurangi niat para pelaku jaringan penyeludup Narkoba untuk meyeludupkan barang haram tersebut masuk ke Indonesia.

“TNI Angkatan Laut dalam hal ini Lanal Dumai akan terus melaksanakan pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan perairan Riau terhadap aksi-aksi pelanggaran hukum, bukan hanya tindak pidana narkotika, tetapi semua kegiatan penyeludupan dan kegiatan illegal lainnya yang ada di perairan Riau ini,” pungkasnya.

Terhadap kedua tersangka dapat diancam dengan pidana karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Vie)

Baca Juga